Wednesday, September 1, 2010

Males keramas ah ..

Berhubung udah kepengen puasa cepet2 lagi besok .. tadi pagi udah mandi besar en keramas .. eeeh tau2 nge flek lagi .. mao mandi keramas males bener .. udah dingiiiiin lagi nih disini ... jadi nge google deh boleh gak sih mandi besar tanpa keramas, ternyata boleh ... hehe baru tau .. kesian ya :-D 

yang belom tau juga en mao baca ini artikel nya yaaa


Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub

Diringkas dari majalah As Sunah Edisi 04/Th.IV/1420-2000, oleh Ummu ‘Athiyah
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar

Haid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa (pembahasan mengenai hukum-hukum seputar haidh telah disebutkan dalam beberapa edisi yang lalu), maka setelah selesai haidh kita harus bersuci dengan cara yang lebih dikenal dengan sebutan mandi haid.

Agar ibadah kita diterima Allah maka dalam melaksanakan salah satu ajaran islam ini, kita harus melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Rasulullah telah menyebutkan tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu ‘Anhabertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:

تَأْخُذُإِحْدَا كُنَّ مَائَهَا وَسِدْرَهَا فَتََطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ أوْ تَبْلِغُ فِي الطُّهُورِ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُُهُ دَلْكًا شَدِ يْدًا حَتََّى تَبْلِغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا المَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطْهُرُ بِهَا قَالَتْ أسْمَاءُ كَيْفَ أتََطَهَّرُبِهَا قَالَ سُبْحَانَ الله ِتَطَهُّرِي بِهَا قَالَتْْ عَائِشَةُ كَأنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ تَتَبَّعِي بِهَا أثَرَالدَّمِ

“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, beliau bersabda:

تَأْخُذُ فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهُّرُ بِهَا قَالَتْ كَيْفَ أَتَطَهُّرُ بِهَاقَالَ تَطَهَّرِي بِهَاسُبْحَانَ اللهِ.قَالَتْ عَائِشَةُ وَاجْتَذَبْتُهَا إِلَيَّ فَقُلْتُ تَتَبْعِي بِهَاأَثَرَا لدَّمِ

“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya(potongan kain/kapas).” (HR. Muslim: 332)

An-Nawawi rahimahullah berkata (1/628): “Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).” Beliau berkata (1/627): “Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 juz: 1).

Syaikh Mushthafa Al-’Adawy berkata: “Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak.Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam An-Nisaa’ hal: 121-122 juz: 1 cet: Daar As-Sunah).

Maka wajib bagi wanita apabila telah bersih dari haidh untuk mandi dengan membersihkan seluruh anggota badan; minimal dengan menyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya; dan yang lebih utama adalah dengan tata cara mandi yang terdapat dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ringkasnya sebagai berikut:

  1. Wanita tersebut mengambil air dan sabunnya, kemudian berwudhu’ dan membaguskan wudhu’nya.
  2. Menyiramkan air ke atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnya rambut. Dalam hal ini tidak wajib baginya untuk menguraikan jalinan rambut kecuali apabila dengan menguraikan jalinan akan dapat membantu sampainya air ke tempat tumbuhnya rambut (kulit kepala).
  3. Menyiramkan air ke badannya.
  4. Mengambil secarik kain atau kapas(atau semisalnya) lalu diberi minyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian mengusap bekas darah (farji) dengannya.

TATA CARA MANDI JUNUB BAGI WANITA

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata:

كُنَّاإِذَأَصَابَتْ إِحْدَانَاجَنَابَةٌأَخَذَتْ بِيَدَيْهَاثَلَاثًافَوْقَ رَأْسَهَا ثُمَََّ تَأْخُذُ بِيَدِهَا عَلَى شِقِّهَاالْأيَْمَنِ وَبِيَدِهَااْلأُخْرَى عََََلَى شِقِّهَااْلأ يْسَرِ

“Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.” (Hadits Shahih riwayat Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253)

Seorang wanita tidak wajib menguraikan (melepaskan) jalinan rambutnya ketika mandi karena junub, berdasarkan hadits berikut:

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata:

قُاْتُ ياَرَسُولَ اللهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَرَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ؟ قَالَ:لاَإِنَّمَايَكْفِيْكِ أَنْ تَحْثِيْنَ عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ مِنْ مَاءٍثُمََّ تُفِيْضِيْنَ عَلَى سَائِرِ جَسَادِكِ الماَءَ فَتَطْهُرِيْن

Aku (Ummu Salamah) berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita, aku menguatkan jalinan rambutku, maka apakah aku harus menguraikannya untuk mandi karena junub?” Beliau bersabda: “Tidak, cukup bagimu menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci.”(Hadits Shahih riwayat Muslim, Abu Dawud: 251, an-Nasaai: 1/131, Tirmidzi:1/176, hadits: 105 dan dia berkata: “Hadits Hasan shahih,” Ibnu Majah: 603)

Ringkasan tentang mandi junub bagi wanita adalah:

  1. Seorang wanita mengambil airnya, kemudian berwudhu dan membaguskan wudhu’nya (dimulai dengan bagian yang kanan).
  2. Menyiramkan air ke atas kepalanya tiga kali.
  3. Menggosok-gosok kepalanya sehingga air sampai pada pangkal rambutnya.
  4. Mengguyurkan air ke badan dimulai dengan bagian yang kanan kemudian bagian yang kiri.
  5. Tidak wajib membuka jalinan rambut ketika mandi.

Tata cara mandi yang disebutkan itu tidaklah wajib, akan tetapi disukai karena diambil dari sejumlah hadits-hadits Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Apabila dia mengurangi tata cara mandi sebagaimana yang disebutkan, dengan syarat air mengenai (menyirami) seluruh badannya, maka hal itu telah mencukupinya. Wallahu A’lam bish-shawab.

***

Artikel www.muslimah.or.id

Thursday, February 18, 2010

pempek heryanti jacob

Adonan dasar Pempek

Bahan-bahannya:

-. ikan tenggiri 1 kg (yg sdh di giling)

-. air 1000 ml

-. sagu cap Tani Super 1 kg

-. garam halus 5-6 sdk teh (menurut selera)

-. gula (pengganti penyedap) 1 sd teh

Cara Membuatnya:

1. ikan dan air diaduk sampai rata, masukkan garam dan gula di aduk dengan teknik aduk balik.

2. lalu masukkan sagu sedikit demi sedikit..(tetap dengan aduk balik) sampai tercampur rata, jangan terlaku di ulenin.

3. tinggal digunakan dan dibentuk sesuai keinginan.

4. Jangan lupa waktu mengerjakan no 2, didihkan air untuk merebus pempek  tersebut.

5. Setelah air mendidih, kecilkan api dan baru masukkan pempek tadi hingga mengapung, lalu angkat dan tiriskan 
 

ADAAN (Pempek Dadak) 
 

Bahan:

Nah ini resep adaan...ada yg suka dikasih tambahan santan kental.

1 resep adonan dasar pempek

2 butir telur ayam

4 tangkai daun bawang, ambil bagian putih, iris halus

8 siung bawang merah

Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:

* Aduk adonan dasar dengan telur ayam dan irisan daun bawang.

* Panaskan minyak (cukup banyak). Genggam adonan kuat-kuat hingga

sebagian menyembul (seperti membuat bakso).

Ambil dengan sendok dan goreng dalam minyak hingga kuning kecokelata n.

* Angkat dan tiriskan. Sajikan dengan cuko. 
 
 
 
 
 

Pempek Kulit  

400 gr kulit ikan tenggiri

4oo gr terigu segitiga biru

400 gr sagu

8 pcs bawang putih

8 buah bawang merah

2 btr telor utuh

1 ltr Air

5 sdt Garam

2 buah daun prei (daun bawang) 

Cara :

  1. Didihkan kulit ikan tenggiri dengan 1 ltr air hingga kulit empuk (kurleb 10-15 mnt).
  2. Pipil kulit, pisahkan dari tulangnya. Sisihkan
  3. Iris bawang tipis-tipis, goreng hingga keemasan dan haluskan. Sisihkan
  4. Daun bawang diiris halus.
  5. Siapkan terigu dalam baskom untuk adonan, siram dengan air rebusan ikan yg mendidih, aduk hingga tepung matang. Masukkan kulit ikan.
  6. Berturut-turut masukkan bawang gerus, telor, daun bawang, garam. Aduk rata.
  7. Terakhir Campurkan sagu dan aduk rata.
  8. Cetak/bulatkan adonan dengan bantuan dua buah sendok. Goreng hingga matang.
 
 

Cuko 

250 gr gula batok (gula merah yg dicetak di batok kelapa yag tidak mengandung kelapa, pilih yg berwarna gelap)

500 ml air

15 buah cabe rawit hijau

15 siung bawang putih

2 potong irisan asam kandis

Tong cai (jika suka)

Sedikit garam 

Cara :

Rebus gula merah, hingga larut.

Haluskan bawang putih dan cabe rawit

Masukkan ke dalam larutan gula, beri sedikit garam

Biarkan mendidih sebentar. Matikan dan biarkan dingin 

Tips: Cuko akan lebih mantap dan enak jika didiamkan semalam sehingga rasanye bener-bener nge-blend. Jika ingin menambahkan ebi atau tong cai, masukkan saat cuko akan di makan, karena akan membuat cuko cepat basi. 

Isi pempek pistel : 

500 gr pepaya muda yg masih hijau, diparut kasar

100 gr ebi

5 siung bawang merah

3 siung bawang putih

Merica secukupnya

3 sdt Garam

Bumbu kaldu ayam bubuk (optional)

Minyak untuk menumis 

Cara :

  • Parutan kasar pepaya ditaburi dengan garam dan diamkan kurleb 1 jam agar airnya keluar, peras hingga kering.
  • Haluskan bawang dan merica, lalu tumis hingga harum
  • Masukkan ebi dan pepaya aduk hingga bumbu merata
  • Terakhir masukkan kaldu jika suka.
 

Pempek terigu (Dos): 

Bhn:

Air putih 500cc, didihkan, tambahkan garam 2st  
Gandum 75 gr 
Tepung beras 50 gr 
Telur 1 btr 
Sagu 250 gr (siapkan sedikit lagi di mangkok terpisah untuk 
memudahkan membentuk) 
 
Cara:

 

  1. Masukkan gandum dan beras dalam wadah waskom
  2. Didihkan air dan tambahkan garam. Setelah air mendidih siramkan ke gandum & tepung beras, aduk sebentar dan cepat 
    Tekan-tekan dengan sendok spy tidak berbungkal-bungkal, 
    diamkan sampai agak dingin 
    Setelah agak dingin masukkan telur, aduk rata
  3. Masukkan sagu, uleni hingga kalis 
    Bentuk pempek, sambil sesekali olesi tangan dengan sagu, spy 
    tidak lengket 
    Rebus di air mendidih, angkat jika terapung 
    untuk Pempek lenjer kecil, bisa digoreng, lalu tengahnya dibelah 
    diberi udang kering yg sdh diblender halus, beri kecap manis dan cabe 
    rawit uleg.
      

Tuesday, February 2, 2010

roti2an

Roti TawarMar 4, '06 4:44 PM
for everyone
Category:   Baking
Style:   Other

Description:
Resep Roti Tawar ini kudapat dari kursus roti dasar 1 di bbc dua tahun yang lalu, lumayan enak, bikin 1/3 resep (tapi lupa ukuran cetakannya) jadi deh 1 roti tawar besar, cukup untuk dua hari.. satu tips spy roti ga basah dalamnya: jangan potong saat roti masih panas, karena dijamin roti masih basah dengan suksesnya, he he he 

Ingredients:
Note: 
Untuk 5 buah roti tawar @ 500 gram
Cetakan roti tawar open top 22 x 12,5 x 8 cm

Terigu Cakra Kembar 1500 gram
Ragi instan 22,5 gram
Air 930 gram
Gula 75 gram
Garam 30 gram
Susu bubuk 60 gram
Shortening atau blue band juga gpp 40 gram
Bread improver 4,5 gram

Directions:
1. Campur semua bahan kering. Masukkan air, aduk hingga adonan menyatu Masukkan shortening, aduk hingga kalis.
2. Istirahatkan kurleb 10 menit.
3. Bagi adonan dengan berat 500 gram, lalu bulatkan.
4. Istirahatkan lagi selama kurleb 10 menit.
5. Buang gasnya, lalu gulung, kemudian masukkan ke cetakan roti tawar yang sudah dioles dengan pemoles loyang.
6. Istirahatkan selama kurleb 90 menit hingga adonan cukup mengembang.
7. Panggang di oven pada suhu 220 derajat Celcius selama 25 menit.

Whole Wheat BreadApr 25, '06 3:55 PM
for everyone
Category:   Baking
Style:   Other

Description:
Waktu itu ada yang nanya, kebetulan aku nemu resep ini di buku Manfred Lange "Roti, Teori & Resep International". Pengen coba tapi susah cari tepungnya, ada di bogasari tapi yang 5 kg (Fibread) itupun ga tahan lama di suhu ruang. Mudah2an minggu depan bisa cobain bikin :)

Ingredients:
900 gram tepung terigu protein tinggi
100 gram tepung whole wheat (gandum utuh)
15 gram ragi instan
20 gram garam
20 gram gula pasir
20 gram susu bubuk
2 gram bread improver
40 gram minyak goreng
620 ml air es

Directions:
1. Rendam tepung whole wheat dengan sebagian air yang akan dipakai, sisihkan. Campur semua bahan kering ke dalam mixer, lalu masukkan tepung yang sudah direndam, dan air, aduk selama 2 menit dengan kecepatan 1. Matikan mixer dan masukkan minyak, nyalakan lagi dengan kecepatan 2, aduk sampai kalis sekitar 10 menit. Diamkan sebentar selama 10 menit.
2. Timbang adonan masing2 200 gram, lalu bulatkan. Diamkan lagi selama 10 menit. Kempiskan adonan, lalu gilas dan gulung memanjang.
3. Masukkan adonan ke dalam loyang ukuran 30x13,5x12 cm yang sudah dioles mentega. Tutup loyang 1/2 saja dan biarkan hingga mengembang selama 1 jam atau lebih.
4. Tutup rapat loyang, masukkan loyang ke dalam oven yang sudah dipanaskan, panggang pada suhu 220 derajat Celcius selama 25 menit hingga roti matang.

Monday, February 1, 2010

oreo cheesecake

Cookie Monster CheesecakeAug 27, '08 6:26 AM
for everyone
Sewaktu beres-beresin kulkas, baru inget kalo masih nyimpen cream cheese...pas diliat expire datenya, waaks....dah mau expired nih...buru2 deh buka2 buku nyari resep cheesecake yg sesuai dengan bahan2 yg kupunya..juga sesuai selera dong pastinya..:D

Ketemu resep yang ini nih...yang kebetulan lagi pas di hati...(dan kantong...hahaha)

Cookie Monster Cheesecake
By Yasaboga – 35 Variasi Resep2 Cheesecake

Alas :
120 gr biscuit coklat pekat, buang isi krimnya.
75 gr mentega tawar, lelehkan.

Bahan :
375 gr cream cheese, biarkan pada suhu ruang
100 gr sour cream
125 gr gula pasir halus
15 gr tepung terigu
2 butir telur utuh
1 kuning telur
1 sdt vanili ekstrak
¼ sdt vanili bubuk
5 bh biscuit coklat pekat, hancurkan kasar

Cara Membuat :
Siapkan loyang spring form (bongkar pasang), panaskan oven 175ºC.
Campur biscuit dan mentega tawar, aduk rata. Padatkan pada dasar loyang, simpan dalam lemari pendingin selama 1 jam.
Kocok cream cheese dan gula dengan kecepatan rendah hingga gula larut, tambahkan terigu, kocok terus hingga rata, tambahkan telur dan kuning telur sedikit2 sambil dikocok rata, masukan vanili dan sour cream, kocok rata. Masukan biscuit hancur, aduk rata. Tuang adonan ke loyang yg berisi remah biscuit tadi.
Panggang selama 60 menit dengan cara Au Bain Marie hingga matang (bagian tengah masih basah diameter ± 5 cm), matikan oven, biarkan dingin dalam oven. Simpan minimal 8 jam dalam lemari pendingin.
Lepaskan Cheesecake dari loyang..hias dengan whipcream…

nii dia penampakannya...:D

Rasanya? so pasti uenaak banged..beda tipislah sama yg dijual di toko cheesecake yg ngetop di Tebet sono....hahaha...judulnya memuji hasil karya sendiri nih...tapi yang jelas...begitu di"launching" langsung ludes tanpa sisa...hehehe...

roti empuk sico

Roti Empuk ..lagi..:)Sep 7, '08 4:48 AM
for everyone
Bbrp waktu yang lalu, pas ikutan rombongan Demo Ny. Liem ke Bandung, di dalam bus ada temenku -- jeng Erna -- yang bagi2 roti empuk buatannya...asiikk...pas kebetulan dari rumah belum sarapan pula...aku dapat roti yang isinya keju...enak dan empuk...sip markosip deh...
Terus terang aku penasaran banget sama roti ini, karena selama ini kalo bikin roti blm pernah seempuk buatan blio ini...dan akhirnya setelah menunggu bbrp lama..resep suresep nya direlease juga...hahahaha...thanks ya Na...

Ternyata beneran empuk lhooo...kmrn pas uji coba, aku isi dengan bermacam2 filing, ada filing keju cheddar, ada yang pake ganache, ada juga yg pake coklat compound...semuanya enak..gak ada yg gak enak...

Resepnya katanya didapat dari Sico..cuma ditambahin produknya PT Saf ini..

ROTI EMPUK 

Bahan:
500 gr terigu cakra
3 kuning telur
100 gr gula pasir
100 gr butter -- aku pake Baker's mix blend
150 cc susu cair -- aku pake Ultra UHT
100 cc air es
1 bks saf instant
1 sdm susu bubuk
1/2 sdt ibis 300 -- sejenis bread improver

1/2 sdt ibis blue -- pelembut remah roti

½ sdt garam

Cara:
Bahan kering campur jadi satu tambahkan bahan cair diuleni sampe kalis (pake mixer)
Masukkan butter + garam, uleni sampe elastis
Diamkan kurleb 30 menit
Potong/ bagi adonan @ 30 gr, diamkan 10 menit
Isi dengan keju, coklat apa aja deh sesuka hati
Diamkan 60 menit
Oles dengan campuran kuning telur + susu cair
Panggang dengan api besar (oven panasih dulu ya) 10 menit rak bawah, 5 menit rak atas.
Angkat oles dengan butter/ margarine
Siap disantap

Friday, January 8, 2010

Zitronenkuchen

Zutaten:
• 5 Stück Eier
• 200 g Staubzucker
• 1 Prise Salz
• 1 Packung Vanillezucker
• 230 g Mehl
• 1 TL Backpulver
• 50 g Speisestärke
• 100 ml Orangensaft
• 3 Stück Zitronen (unbehandelt)
200 ml Kronenöl Spezial (mit feinem
Buttergeschmack)

Zitronenkuchen



Zutaten:
200 g
180 g
240 g
1 Pkt
1 Pkt

1 TL

30 g
2 TL
Sahne
Zucker
Mehl
Vanillezucker
Backpulver
Eier
Zitronenschale
Zitronenaroma
Puderzucker
Zitronensaft

15 Portionen - 170 Kcal pro Portion
** - 10 min Zub. - 90 min Ges.


Dieser Zitronenkuchen läßt sich ganz einfach und sehr schnell zubereiten. Man braucht nur 1 Becher Sahne (200 g) in eine Rührschüssel geben. Mit dem sauberen Sahnebecher kann man die übrigen Zutaten abmessen, wenn man keine Waage zur Verfügung hat. In dem Fall gibt man noch 1 Becher Zucker (180 g), 2 Becher Mehl (240 g), Vanillezucker, Backpulver, Eier, Zitronenschale und einige Tropfen Zitronenaroma zur Sahne. Alles gut verrühren, bis ein dünnflüssiger Teig entsteht. Butter wird nicht benötigt; lediglich zum Einfetten der Kastenform. Den Teig einfüllen und im vorgeheizten Ofen bei 180° ca. 50-60 Min. auf der mittleren Schiene backen. 10 Min. in der Form abkühlen lassen. Dann auf ein Gitterrost stürzen und ganz abkühlen lassen. Puderzucker mit so viel Zitronensaft verrühren, bis eine dickliche weiße Zuckercreme entsteht. Den kalten Zitronenkuchen damit einpinseln.

Backrezepte - Backen - Zitronenkuchen  --> Kuchen Rezepte
Portionen: 6
Kochdauer: mehr als 60 Minuten

(c) Fotograf: Eisenhut & Mayer
Zubereitung:
Kastenform mit Kronenöl Spezial mit feinem Buttergeschmack ausstreichen und mit Mehl
ausstauben. Backofen auf 160°C (Ober- und Unterhitze) vorheizen.
Mehl und Speisestärke versieben. Zitronen fein abreiben und den Saft auspressen.
Zitronensaft und -schalen mit dem Orangensaft verrühren.
Eier, Staubzucker, Salz, abgeriebene Zitronenschalen und Vanillezucker schaumig
schlagen (min. 10 Min.). Mehlmischung abwechselnd mit der Orangensaft-
Zitronensaftmischung unterrühren. Kronenöl Spezial mit feinem Buttergeschmack langsam
unter ständigem Rühren zugießen.
Die Masse in die Kastenform füllen, glatt streichen und ca. 50-60 Min. auf mittlerer Schiene
backen.
Ca. 15 Min. auskühlen lassen, aus der Form stürzen und mit Staubzucker bestreuen.