Saturday, January 26, 2008

Sapih gak .. Sapih Gak .. bingung deh

bagus nih dapet dari milis ... kesimpulan nya .. Rafi mundur sapih lagi deh

CARA AMAN & EFEKTIF MENYAPIH SI KECIL

Menyapih si batita dari ASI mudah saja asal dilakukan dengan cara yang tepat.

Hingga kini masih banyak ibu yang menggunakan cara-cara penyapihan
seperti yang dilakukan ibu-ibu zaman dulu. Dari mengoles putingnya
dengan zat-zat yang berasa pahit seperti jamu dan brotowali, sampai
memplester puting. Bahkan ada yang mengolesnya dengan obat merah.
Padahal, sudah seharusnyalah kita meninggalkan cara-cara lama itu.
Apalagi pada dasarnya, menyapih anak dari ASI dapat dilakukan secara
alami, sehingga anak lebih siap menerimanya.

Jika menyapih dilakukan dengan cara yang benar, maka kelekatan anak
dengan ibunya akan berada dalam porsi yang tepat. Maksudnya, anak dapat
belajar bahwa ibu tetap mencintainya meskipun ia tak mendapatkan ASI
lagi. Anak akan merasa, disapih bukanlah suatu yang menyakitkan. Dengan
begitu, efek lain yang bisa timbul adalah anak belajar kemandirian.

SALAH CARA MENYAPIH DAN EFEK YANG MUNGKIN TIMBUL

1. Mengoleskan obat merah pada puting

Selain bisa menyebabkan anak mengalami keracunan, juga membuat anak
belajar bahwa puting ibu ternyata tidak enak, bahkan bisa membuatnya
sakit. Keadaan ini akan semakin parah jika ibu melakukannya secara
tiba-tiba. Si kecil akan merasa ditolak ibunya. Dampak selanjutnya
mudah diduga, anak akan merasa ibu tidak mencintainya.

Gaya kelekatan yang muncul selanjutnya adalah avoidance (menghindar
dalam suatu hubungan interpersonal). Hal ini dapat memengaruhi
perkembangan kepribadian anak. Ia akan mengalami kesulitan untuk
menjalin suatu hubungan intensif dengan orang lain. Hal ini terjadi
karena di masa kanak-kanak ia merasa ditolak oleh orang tua, dalam hal
ini ibunya.

2. Memberi perban/plester pada puting

Dibanding cara nomor 1, cara ini akan terasa lebih menyakitkan buat
anak. Jika diberi obat merah, anak masih bisa menyentuh puting ibunya.
Tetapi kalau sudah diperban/diplester, anak belajar bahwa puting ibunya
adalah sesuatu yang tak bisa dijangkau.

3. Dioleskan jamu, brotowali, atau kopi supaya pahit

Awalnya mungkin anak tak akan menikmati, tetapi lama-kelamaan anak bisa
menikmatinya dan malah bergantung pada rasa pahit tersebut. Mengapa?
Karena ia belajar, meskipun pahit tetapi masih tetap bercampur dengan
puting ibunya.

Dampaknya, anak bisa mengembangkan suatu kepribadian yang ambivalen,
dalam arti ia tidak mengerti apakah ibu sebetulnya mencintainya atau
tidak. "Bunda masih memberikan ASI, tapi kok tidak seperti biasanya,
jadi pahit."

Parahnya lagi, kepribadian ambivalen bukan kepribadian yang
menyenangkan. Anak akan mengembangkan kecemasan dalam hubungan
interpersonal nantinya.

4. Menitipkan anak ke rumah kakek-neneknya

Kehilangan ASI saja sudah cukup menyakitkan, apalagi ditambah
kehilangan figur ibu. Ingat lo, anak kecil umumnya belum memiliki
kemampuan adaptasi yang baik. Jadi, dapat dibayangkan kondisi seperti
ini bisa mengguncang jiwa anak, sehingga tak menutup kemungkinan anak
merasa ditinggalkan.

Tentunya hal itu tak mudah bagi anak karena ada dua stressor (sumber
stres) yang dihadapinya, yakni ditinggalkan dan harus beradaptasi. Jadi
jangan kaget, jika setelahnya anak pun butuh penyesuaian lagi terhadap
ibunya. Malah akan timbul ketidakpercayaan anak terhadap ibu.

5. Selalu mengalihkan perhatian anak setiap menginginkan ASI

Meski masih batita, si kecil tetap bisa merasakan penolakan ibu yang
selalu mengalihkan perhatiannya saat ia menginginkan ASI. Kondisi ini
juga membuat anak belajar berambivalensi. Misal, ibu selalu mengajak
anak bermain setiap kali minta ASI. Tentu anak akan bertanya-tanya,
"Bunda sayang aku enggak sih, kok aku enggak dikasih ASI? Tetapi kalau
tidak sayang, kok masih ngajak aku main?"

6. Selalu bersikap cuek setiap anak menginginkan ASI

Anak jadi bingung dan bertanya-tanya, mengapa dirinya diperlakukan
seperti itu. Dampaknya, anak bisa merasa tak disayang, merasa ditolak,
sehingga padanya berkembanglah rasa rendah diri.

CARA YANG DIANJURKAN

Penyapihan alami/natural (child led weaning)

Inilah cara yang terbaik karena tidak memaksa dan mengikuti tahap
perkembangan anak. Tiap anak sebetulnya memiliki tahapan perkembangan
alami yang menandai ia siap untuk disapih. Contoh, ketika giginya mulai
tumbuh dan sistem pencernaannya sudah terbentuk baik biasanya anak
mulai bisa menikmati makanan padat, bukan lagi ASI. Dengan begitu ia
pun mulai belajar secara natural untuk meninggalkan ASI.

Sayangnya cara alami sering tak dipahami orang tua sehingga momentum
yang baik ini malah diabaikan. Sering, kan, acara makan bagi anak tidak
diupayakan menyenangkan. Makanannya juga tidak disajikan secara
menarik, tidak variatif, serta rasanya mungkin kurang enak. Dari situ,
akan timbul kesan negatif terhadap aktivitas makan. Jadi sebaiknya,
manfaatkan jadwal makan anak untuk memberikan perhatian dan gizi yang
baik. Dengan demikian, kelekatan emosional ibu-anak yang tadinya
terfasilitasi di saat menyusui dapat terimbangi dengan aktivitas lain
sesuai tahap perkembagan di usia batita.

CARA-CARA MENYAPIH INI BOLEH DILAKUKAN ASAL...

1. Memberi makan dan minum agar anak selalu kenyang sehingga lupa pada ASI

Cara ini boleh saja dilakukan untuk menyapih, tetapi harus secara
perlahan. Selain itu, afeksi yang terjalin ketika ibu menyusui juga
harus digantikan dengan sentuhan lain agar tetap terjaga hubungan
kelekatan antara ibu dan anak. Jika kedua hal ini tak dilakukan,
ditakutkan anak merasa ditolak.

Pada anak yang sudah mengerti jika diajak berbicara, ibu dapat
memberikan penjelasan kepadanya. Katakan bahwa sudah saatnya ia makan
makanan lain atau minum susu selain ASI, tapi ibu tetap sayang padanya.

2. Memberi empeng atau dot sebagai pengganti puting

Yang penting afeksi dari ibu bisa tetap terjaga dengan cara yang lain.
Hanya saja, empeng atau dot bisa menciptakan ketergantungan baru
sehingga memengaruhi struktur gigi-geligi anak. Jadi, bila ada cara
lain yang lebih baik, hendaknya cara ini tak digunakan.

3. Menjarang-jarangkan waktu pemberian ASI

Jika tadinya pemberian ASI dilakukan kapan saja anak mau, maka untuk
menyapihnya perjarang pemberian menjadi misalnya 3 kali sehari. Lalu
beberapa minggu kemudian menjadi 2 kali sehari dan 1 kali sehari hingga
berhenti sama sekali.

Hal ini boleh saja dilakukan karena mengikuti prinsip gradual weaning
(menyapih secara bertahap). Maksudnya, anak disiapkan terlebih dahulu,
sehingga ketika usianya genap 2 tahun, anak sudah siap tak mendapatkan
ASI lagi. Biasanya cara ini dilakukan ketika anak mulai memasuki usia 1
tahunan. Di waktu-waktu biasanya anak mendapatkan ASI, kini diganti
dengan susu formula dalam gelas dan makanan padat.

Yang penting, pengurangan frekuensi pemberian ASI tidak membuat anak
kaget. Termasuk dalam cara bertahap ini adalah menyapih sebagian
(partial weaning). Contoh, si batita disapih waktu malam saja atau
waktu siang saja.

4. Memberikan penjelasan kepada anak, setelah itu tak sekalipun memberikan ASI lagi

Cara menyapih seperti ini bisa dilakukan jika usia anak sudah mencapai
2 tahun. Akan tetapi, tidak memberikan ASI sama sekali sebagai pertanda
ketegasan ibu sama saja dengan menyapih secara mendadak (abrupt
weaning). Dampaknya tetap negatif jika penjelasan ibu tidak bisa
diterima; anak merasa ditolak oleh ibunya.

Apalagi jika sebelumnya tak ada pengondisian atau persiapan untuk anak
terlebih dulu. Biasanya terjadi saat ibu memutuskan kembali bekerja
karena merasa anak sudah cukup besar, ibu sakit sehingga tak boleh
menyusui, ibu hamil lagi, atau produksi ASI berkurang drastis oleh
karena satu dan lain hal.

Oleh karena itu, jelaskan pada anak alasan masuk akal mengapa harus
berhenti menyusu pada ibu. Apakah karena usianya yang sudah mencapai 2
tahun atau karena kondisi ibu memang tidak memungkinkan sehingga harus
berhenti menyusui secara mendadak.

JANGAN MENYAPIH BILA...

Penting diperhatikan, penyapihan hendaknya tidak dilakukan bila anak
sedang mengalami suatu perubahan. Umpama, sedang tumbuh gigi, keluarga
baru pindah rumah, atau si kecil baru saja masuk kelompok bermain.
Dalam periode itu anak sedang perlu waktu untuk beradaptasi.
Beradaptasi terhadap satu perubahan saja sudah sulit, apalagi jika
ditambah dengan penyapihan. Terlebih lagi penyapihan melibatkan ikatan
emosional ibu dan anak.

YANG JUGA PERLU DIPERHATIKAN

Saat mulai minum susu formula, ajari anak untuk menggunakan mug
(cangkir), bukan dengan botol dot. Tujuannya agar secara perlahan-lahan
anak tidak bergantung lagi pada puting susu ibunya. Dengan pengondisian
ini, anak juga belajar bahwa puting susu ibu bukan satu-satunya alat
untuk memperoleh susu.

Tentunya sambil melakukan cara-cara tersebut, ibu tetap harus
menunjukkan afeksinya terhadap anak. Antara lain dengan memberikan
sentuhan pada anak, semisal mengusap-usap rambutnya atau memeluknya.
Namun caranya memeluk jangan seperti sedang memberikan ASI, melainkan
peluklah dalam posisi yang lain.

Jika anak sudah bisa diajak bicara, berilah penjelasan. Contoh, "Kamu
sekarang sudah besar. Kamu perlu makanan lain selain ASI." Tekankan
juga bahwa tidak minum ASI bukan berarti ibu tidak sayang lagi.

KENDALA DARI PIHAK IBU

Tak jarang terjadi, kendala penyapihan datang justru dari ibu sendiri.
Ia tak bersedia menyapih anaknya karena ada ikatan/ketergantungan
emosional yang kuat dengan anak. Kondisi ini bisa terjadi jika ibu
terlalu menikmati perannya sebagai sosok yang memberikan ASI kepada
anak. Bisa juga dipengaruhi oleh perasaan dibutuhkan bahwa dirinyalah
yang dapat membuat anaknya tumbuh dan berkembang melalui ASI yang
diberikan.

Tentunya hal ini tak dapat dibiarkan lebih lama, khususnya setelah anak
mencapai usia dua tahun. Karena jika ASI terus diberikan, bisa
menimbulkan ketergantungan emosional yang kurang sehat antara ibu dan
anak. Hal ini akan berdampak negatif terhadap perkembangan psikis anak.
Si kecil dapat mengembangkan kepribadian dependen atau tidak mandiri,
yang selanjutnya mengarah kepada permasalahan-permasalahan emosional
lain.

45 comments:

  1. iya Rafi pan mau pindah rumah judule... kayaknya jangan disapih dulu ya....

    ReplyDelete
  2. iyaaah nih .. gak tegaaa .. meskipun Rafi udah bayi bergigi banyaaaak ... suka gigit lagi hehehe .. sakit deh oouuww ouuuwww .. *teriakan gaya Mulan Jameela* :-p

    ReplyDelete
  3. hmmm..bagus nih infonya Vit,ternyata aku dulu waktu menyapih Tasya salah besar ya,aku kasih kunyit,jadi kuningkan..so,tasya jijik dan ngga mau lagi mimik ASI,tapi waktu itu usianya udah 2,5 tahun sih..

    Makanya aku sapih,karna aku hamil hafiz..

    ReplyDelete
  4. hehe iyah .. Rafi juga udah pernah dikasih pait2 .. eh Rafi udah ngerti tuh, langsung menggeret mama nya ke wastafel disuruh cuciiiii hihihihi

    ReplyDelete
  5. hahahaaaaa...Rafi ngga bisa diboongin ya.emang raffi umurnya berapa..??
    tapi kalo emang ASI nya masih banyak dan kamunya juga ngga sibuk atau kayak Aku dulu waktu nyapih tasya karna hamil,iya biarin aja dulu,kasian solanya..

    ReplyDelete
  6. hehe Rafi udah bayi tuaaaa ... gigi nya ajah udah segambreng :-p .. umur 2,5 tahun .. khan gak bagus juga tuh katanya artikel diatas kalo kelamaan nete, nanti jadi gak mandiri

    ReplyDelete
  7. Ternyata ruwet juga ya urusan menyapih itu. Baru tahu aku. TFS...

    ReplyDelete
  8. wekekekekekek...emang sapih diatas maksud nya si Rafi masih nenen gitu mba..qiqiqiiq..kebayang oooy... ada bayi tua ...:))) nyengir dah gue..

    ReplyDelete
  9. gw juga nyengir neh..baca kata bayi tua...
    ehm.... bukannya gak di Jakarta tuh...hahahahah *kabuuurr*

    ReplyDelete
  10. hehehe ... kalo yg gak di jakarta sih bayi gede :-p ... manja nya ngalah2in Rafi hihihi ...

    iyah Rafi masih hobi nete ... gila2an lagi hobi nya hehe ...
    ruwet emang nih mao menyapih .. gak tegaaaa itu sih masalah utama nya

    ReplyDelete
  11. aku kasih ASI ke anakku ampe 3 thn....
    tfs...

    ReplyDelete
  12. emang kita musti tega kalo mau nyapih. Kalo nggak salah, makin ditunda makin susah lo....Lagian, kata para ahli (ciee...) setelah 2 thn ke atas, kualitas ASI udah kurang bagus..
    *sori aku nggak baca sampe abis artikel di atas, panjang sih....hehehe*

    ReplyDelete
  13. Kasihan si Rafi..............sudah biasa sama mamanya ya..............hmmmmmmm
    Pelan2x aja Vit, biar Rafi ngak kaget.....................semoga sukses say.
    Love, Rini

    ReplyDelete
  14. aku pas nyapih si makaio pas dia umur 1,5 tahun...soalnya hamil lagi. biasa deh, dari pake brotowali, di tawarin jus, sampai terakhir putingnya aku olesin minyak angin cap kampak...baru manjur yang terakhir...sebenarnya kesian banget liat dia masih pengen n nangis2..sampai2 pahit aja dia tetep mau...baru nyerah karena dia gak suka pedes, jadi begitu nyium bau minyak angin dia menghindar tapi mukanya itu lho...sampai2 waktu itu akunya juga sering nangis bombay, hehhehhehe

    ReplyDelete
  15. alhamdulillah dulu aku gak pake cara2 yg "menyakitkan' anak

    lepas 6 bulan, udah mulai makan, jadi udah mulai dikit neteknya
    lewat 9 bulan, siang aku kasih botol, baru malem neteknya
    gitu sampe 2 taon, diajakin ngomong anaknya biar gak netek lagi
    koq ndilalah anaknya nurut
    beruntung ya aku??

    pas lepas botol gitu jg, aku kasih target
    boleh mimik susu pake botol, tapi sampe masuk SD aja
    kan malu kalo temennya liat, gitu aku bilang
    eeeh..anaknya nurut lagi..
    kadang2 masih pengen jg sih pake botol, tapi begitu ada temennya yg main ke rumah, botolnya dilempar
    malu katanya, he3...

    ReplyDelete
  16. Wah mbak Nova ngasih Asi sampe 3 tahun .. trus diapain tuh akhirnya bisa berhenti nete?

    ReplyDelete
  17. iyah nih .. udah makin gak bisa diakalin soalnya .. udah kepinteran bayi tua nya hehe

    ReplyDelete
  18. iyah mbak .. pelan2 sih mau nya .. tapi gak tau gimana cara nya hehe

    ReplyDelete
  19. iyaaa .. kalo otong udah gak nete yah hehe

    ReplyDelete
  20. kalo Rafi bisa nyuruh dicuci sampe pahitnya ilang, kalo belom ilang nyuruh dicuci pake sabun heheh

    ReplyDelete
  21. eh, tapi anak2 jaman sekarang biar masih kecil jg harus mulai diajak ngomong & didenger pendapatnya lho Vit...
    anakku yg kecil (cewek) aja kecilnya suka mukul
    aku gak marahin, cuma kakaknya yg waktu itu (pas yg kecil ini umur 3 th) ngebilangin,
    "Yaya koq gitu sih sama mama??Uda aja yg cowok gak pernah mukul mama koq!!"
    anakku langsung bengong dibilangin gitu sama kakaknya, tapi ajaib, sejak itu dia gak pernah mukul aku lagi kalo marah

    emang siiih...kakaknya biar laki jg kalem banget sama sekali gak pernah nyakitin aku, even cuma bikin lecet tetekku sekalipun..
    moga2 sampe gede deh anak2 pada manis2 gini...

    ReplyDelete
  22. Aduh....mbak ini juga pengalamanku nich baru hampir satu minggu ini, si Ho Eun juga tak sapih....tapi yach itu ....baru bisa disapih...pake brotowali yg di kirimin dari Indo, he...he..soalnya di korea ngak ada brotowali.....dan langsung dia stop....habis aku ngak tahan kalau dia Nenen terus suka ngegigit , kadang sape nangis akunya . emang sih kadang ngak tega alwalnya tapi sekarang anakku sudah hampir dua tahun umurnya katanya yg baik sampe umur dua tahun....

    ReplyDelete
  23. Jadi ingat adikku dulu, dia masih nyusu ASI sampai TK kecil, secara sekolahnya sebelah rumah jadi tiap mo nyusu, pulang dulu, begitu dah selsai balik lagi ke sekolahnya. Berhenti ASI begitu masuk TK besar karena diketawain teman2nya. Dulu setiap ibuku mau nyapih dia mesti badannya jadi anget dan sakit badannya sampai kurus, ibuku gak tega. Sekarang adikku itu udah mo nikah, kalo diceritain dia juga heran kenapa bisa nyusu selama itu ya? he..he..

    ReplyDelete
  24. ini beneran Rafi masih nyusu? hahaha beneran loh kayaknya kudu di sapih dr kapan2 tuh. Disini disarankan setelah 1thn kudu lepas.
    Kalau udah gede masih nyusu ntar keseringan jadi manja and kurang mandiri (ini kata org).
    Tapi bener juga kali. soalnya anak ku 2thn sejak satu thn kalau mau minum susu botol megang susu sendiri trus makan duduk di kursi. Gk kebayang kan kalau gw masih tetein pasti gk mandiri2.
    moga berhasil menyapih nya yah.

    ReplyDelete
  25. aku kasih tau jasmine kalo udah gede ...
    tp itu juga susah bgt euy, sampe aku kasih garem ....hehe.....akhirnya pelan-2 mau

    ReplyDelete
  26. mbak saya ngasih asi sampai umur 3 tahun..trus setelah asi ga keluar pelan-pelan anakku mau berenti...katanya udah ga ada airnya....emang harus sabar ngasih tau...

    ReplyDelete
  27. porno nih .. mesti di sensor hihihi

    ReplyDelete
  28. Rafi gak mempan pake yg pait2 nih ..

    ReplyDelete
  29. wadooow .. mudah2an Rafi gak sampe selama itu deh hehe ... bisa bonyok ahahaha

    ReplyDelete
  30. sama2 .. mudah2an dedek nya ntar asi nya gampang nyapih nya deh

    ReplyDelete
  31. iyaaa .. masiiiih .. jadi mau maluuuu hehehe

    ReplyDelete
  32. rafi kayaknya cuman takut sama sambel botol deh .. tapi masa mesti dikasih sambel botol sih ... itu mah emaknya juga bakalan takut hehehe

    ReplyDelete
  33. sebenernya ada katanya pil untuk memberhentikan asi .. harus minta resep ke dokter kandungan .. cuman ya itu belom tega ajah nih

    ReplyDelete
  34. Alhamdulillah, aku tidak kesulitan menyapih anak2.
    Kedua2nya bisa langsung lepas hanya dengan dikasih omongan ; "malu ihh sudah mau sekolah kok masih ngenyot bunda"....daannnnn....langsung gak mau nyusu lagi....

    ReplyDelete
  35. kalo sy waktu Diva itu pas 2 taun kurang 1 minggu baru lepas ASI..itu juga ngga sengaja..gara-gara Diva musti masuk Rs karrena di sinyalir DB ( tau Nya bukan ) trus diva ngantel mulu ngga mau lepas ASi sampe akhirnya lecet -lecet..eh liat lecet -lecet putih gtu malah Diva nya yg ngga mau..he..he pulang Dr Rs sama sekali stop he..he..jd Sapih Alami lol

    ReplyDelete
  36. pas umur brapa tuh ? Rafi udah diomongin gitu gak mempan sih hehe

    ReplyDelete
  37. samaaa .. waktu Rafi masuk RS karena DB juga kemaren, ngenyot nya gila2an pas lagi panas tinggi .. sampe bonyok deeeh ... tapi yaaa malah nambah manja ajah tuh .. gak ngaruh meski udah lecet hehe

    ReplyDelete
  38. 2.5 tahun say....pas udah mulai daftar Playgroup....

    ReplyDelete
  39. si Rafi pinter banget si tau aja amam nya ngasih yg pait2 heheh

    ReplyDelete
  40. iyaah bayi kepinteran hehe .. udah ga bisa diboongin :-p

    ReplyDelete